Selasa, 19 April 2011

MATERI UNTUK KELAS XI

ANALYTICAL AND HORTATORY EXPOSITION


Apakah kalian pernah merasa kesulitan membedakan jenis text Exposition? Menurut kalian apa sih perbedaan antara Analytical Exposition dan Hortatory Exposition itu dan apa yang membedakan mereka? Kl begitu, mari kita coba telaah apa saja perbedaan-perbedaan atau bahkan persamaan-persamaan dari jenis-jenis text diatas.
Kita mulai dari pengertian Exposition, what exactly Exposition is?

Exposition adalah text yang bersifat factual yang digunakan untuk menyatakan suatu pendapat yang bersifat pro atau kontra, dimana text tersebut memberikan argument-argument yang kuat yang bertujuan untuk mempengaruhi pembacanya.

Hal ini tercermin pada Social Function dari text Exposition itu sendiri, yaitu:
To persuade the reader or listener.

As we know, seperti yang kita ketahui, bahwa arti kata persuade itu sendiri adalah mengajak. So, ketika kita akan mengajak seseorang untuk mengikuti pendapat kita, we need the strong argument, don’t we?

Sementara itu apa sih yang dimaksud pro atau kontra itu? Apa pro dan kontra itu ada pada satu text?
Of course not, tentu saja tidak, dalam satu badan atau isi text Exposition hanya terdapat satu pendapat yang pro saja beserta alasan apa yang membuat penulis pro dengan pendapat tersebut, atau dalam satu text berisi tentang kontra, dan alasan kenapa penulis kontra dengan issue tersebut.

And then, apa perbedaan dan persamaan dari Analytical dan Hortatory Exposition itu? Check this out!
Perhatikan Schematic Structure dari kedua Exposition dibawah ini:
ANALYTICAL EXPOSITION
HORTATORY EXPOSITION
·         Thesis
·         Argument
·         Reiteration
·         Thesis
·         Argument
·         Recommendation
What do you think, bagaimana? Sudah bisa melihat perbedaan antara kedua Exposition diatas?
Yes, you’re right, betul sekali! Perbedaannya ada pada bagian akhir dari text tersebut.

Analytical dengan Reiteration. Reiteration sendiri berarti kesimpulan dari thesis dan argument yang sudah disajikan diatas. Jadi kata-kata yang bisa kita gunakan untuk mengawali Reiteration part pada text tersebut can be:
  • From the argument above we can conclude that….. ; atau
  • Based on the argument above…..;  atau
  • The conclusion of the argument above is……
  • Etc.

Hortatory dengan Recommendation. You might know what the meaning of Recommendation itself, don’t you?
Recommendation lebih mengacu pada saran yang direkomendasikan dari si penulis Exposition tersebut.
And then, how you usually recommend something to others? Biasanya kita akan menggunakan kata-kata di bawah ini untuk memberikan saran ke orang lain, they can be:
  • You should…., we must……, you should be….., and etc. apabila kita merekomendasikan sesuatu yang diperbolehkan; dan
  • You shouldn’t……, you mustn’t……, we ought not to…., etc. apabila kita merekomendasikan yang tidak diperbolehkan atau tidak disarankan.

Bagaimana? Apakah kalian sudah bisa memahami perbedaan-perbedaan ataupun keasamaan-kesamaan dari text Exposition tersebut? I hope it can give you some clear understanding about that, and don’t forget ….. always keep your spirit. OK!

AMERICAN BOX OFFICE MOVIE CHART



Until April 19, 2011 at 17.30 am
1.       RIO
2.       SCREAM 4
3.       HOP
4.       HANNA
5.       SOUL SURFER
6.       ARTHUR
7.       INSIDIOUS
8.       SOURCE CODE
9.       YOUR HIGHNESS
10.   LIMITLESS

IMPERATIVE SENTENCE

Imperative divided into two, they are 'Positive Imperative' and 'Negative Imperative'.
* Positive Imperative
1. Send this letter.
2. Take your coat off.
3. Be happy
They consist of: Verb + Noun or Be + Adjective

* Negative Imperative
1. Don't make your mother angry.
2. Don't let him enter to your life.
3. Don't be ashamed.
They consist of: Don't + Verb + Noun or Don't + be + Adjective

Example of Negative Imperative bellow:

DIRECT AND INDIRECT SPEECH


There are some types of Direct and Indirect Speech, they are:
1.       Statement
2.       Yes/ no question
3.       WH question
4.       Imperative
a.       Positive
b.      Negative

Statement (with the conjunction that)
Direct
Indirect
Teacher said, “We have to have a will to study.”
“They were our beloved grandfather and grandmother”, Carla told me.
Teacher said that we had to have a will to study
Carla told me that they had been their beloved grandmother and grandfather.

Yes/ no question (with the conjunction if/ whether)
Direct
Indirect
“Are you happy with him?” Anton asked me.
Dina asked, “Was she a good actress?”
Anton asked me if I was happy with him.
Dina asked if she had been a good actress.

WH question (WH as the conjunction)
Direct
Indirect
The waitress said, “What will you buy, sir?”
“Who was she?” My friend asked.
The waitress said what I would buy.
My friend asked who she had been.

Imperative (with to as the conjunction)
Direct
Indirect
Positive
“Go home early,” mother remind me.
Mother reminds me to go home early.
Negative
“Don’t tell me to wear that stupid hat,” I said.
I said not to tell me not to wear that stupid hat.

Jumat, 15 April 2011

PRONOUN

Subjective Pronoun                        : I       - We   - You  - They   - He  - She - It
Objective Pronoun                         : Me   - Us    -  You  - Them  - Him - Her - It
Possessive Pronoun Before Noun: My   - Our  -  Your - Their  - His  - Her - Its
Possessive Pronoun After Noun   : Mine - Ours - Yours - Theirs - His - Hers - Its

Examples:
We are the best student.
He looked at me.
Your friend is an actor.
That house is theirs.

Each Pronoun can't be replaced each other, such as:
Us are the best student.  --> this sentence is totally Wrong.

MY REASON


I don't use English completely in this blog, because it's expected that the information I serve can be accessed well by all of my students who haven't know English as well. However, I think it doesn't matter as long as I keep inform you about things which related to English Lesson.

PERKEMBANGAN FASHION EROPA DAN AMERIKA DARI WAKTU KE WAKTU


You know….bahwa manusia sudah mengenal fashion dari berabad-abad lalu. Diawali dengan pakaian-pakaian sederhana yang terbuat dari kulit kayu ataupun kulit binatang. Kemudian seiring dengan perkembangan peradaban manusia, maka cara berpakaian mereka pun semakin berubah dan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi dari sebelumnya. Manusia mulai mengenal kain dan menciptakan sebuah baju yang lebih layak dan lebih bisa melindungi mereka dari cuaca.
Masyarakat Eropa dan Amerika adalah masyarakat yang sangat concern dengan perkembangan fashion mereka. Meski pada awalnya fashion Eropa dan Amerika lebih menitikberatkan pada perkembangan baju para laki-laki namun, kedepannya perkembangan fashion wanita ternyata jauh lebih pesat dari yang dibayangkan. Semakin lama fashion wanita menjadi terpengaruh pada imej kecantikan yang terjadi pada masa tertentu.

Pada abad XV, citra wanita keibuan menjadi tolok ukur kecantikan, sehingga fashion yang berkembang pada masa itu adalah model gaun yang bertumpuk-tumpuk, dengan garis bulat melingkar tubuh dan menekankan perhatian utama pada dada dan perut, serta di dominasi warna-warna kuat dan terang.
Fashion berkembang pada abad ke XIX, dimana kain bertumpuk-tumpuk dan warna terang mulai ditinggalkan. Wanita pada jaman tersebut akan dikatakan cantik apabila mereka memiliki imej rapuh. Maka tumbuhlah fashion yang menggambarkan kerapuhan wanita. Dengan pemilihan kain tipis yang mudah rusak beserta warna-warna pucat, benar-benar menggambarkan kerapuhan wanita yang sesunnguhnya.

Ditambah lagi belahan dada yang sangat rendah yang membuat wanita gampang sekali terserang flu pada saat musim dingin.
Sekitar tahun 1830-an munculah fashion yang bermaksud hendak melindungi wanita dari cuaca, maka lahirlah korset pada masa itu. Korset sebagai pakaian yang berfungsi sebagai pakaian dalam wanita memang dapat melindungi wanita dari cuaca, tapi dampaknya, si pemakai akan sangat tersiksa dengan ketat-nya korset yang mereka pakai. Korset pun sebenarnya memiliki perkembangannya sendiri, di mulai dari korset yang memiliki penyangga dari besi, hingga kemudian berubah menjadi tulang ikan hiu, namun kesemuanya adalah bahan-bahan yang tidak benar-benar membuat wanita merasa nyaman.

Wanita cantik pada masa ini masih digambarkan wanita yang lemah dan tidak berdaya, wanita dengan perut yang sangat langsing dengan korset yang menekan, dan wanita yang mudah pingsan untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Weird he…
Hal ini juga yang digambarkan Margaret Mitchell pada novel-nya Gone with the Wind. Yang mana sosok wanita cantik dan menarik perhatian adalah wanita yang lemah dan tidak berdaya.
Namun sebenarnya tidak semuanya, itu hanya penggambaran sosok wanita Amerika awa abad ke 20 yang tinggal di Amerika bagian Selatan. Sementara untuk para wanita Amerika yang tinggal pada Amerika bagian Utara tidak memiliki streotipe seperti demikian. Hal ini dikarenakan kultur Amerika Utara yang mana masyarakatnya adalah masyarakat pekerja, begitu pula dengan para wanitanya. Hal ini terlihat pada penggambaran karakter pada novel Little House on the Prairie, karya Laura Ingalls Wilder. Di sini digambarkan bahwa para wanitanya cukup mengenakan baju kerja seadanya dan hanya menggunakan baju-baju indah yang dirasa perlu hanya pada saat moment-moment tertentu.

Masa-masa ini adalah masa pada awal abad ke- 20, wanita sudah mulai mengeksplorasi dan membebaskan gaya berpakaian mereka, tapi korset masih belum bisa ditinggalkan. Masa ini disebut masa ‘Belle Epoque’ (atau yang biasa disebut Perancis), menitikberatkan pada siluet S-Bend atau menonjolkan dada dan pinggulnya, dan masih dihiasi payet-payet serta renda-renda di sekitar bajunya, sehingga masih terkesan boros dan tidak praktis.

Memasuki tahun 1920-an, fashion sudah mulai memihak pada wanita, korset-korset mulai ditinggalkan, sementara potongan baju sudah berubah menjadi longgar dan tidak menyiksa, celana panjang pun mulai dikenakan yang diawali dengan celana panjang berbentuk kulot. Wanita tidak peerlu lagi merasa tersiksa dengan baju ketat dan berat mereka.