Sabtu, 07 Mei 2011

SWEATER, BLAZER, COAT CAMISOLE AND TUNIC

Sometimes we do not really understand to the wears that wear everyday, what kind of clothes is this and what story behind. However, that's all right, not all of us should know many kinds of thing that we wear. Eventually, we shouldn't always answer what kind of clothing we wear. But to know something we don't know would be better for us. This is only to increase our knowledge of something. And that would be better for us who like to be the icon of fashion around us could understand and could answer what kind of wears that we wear.

Sweater as we know, is a kind of clothing which made of wool, but don't you know that sweater can be divided in to two things? They are Cardigan and Pullover.
What is Cardigan? Cardigan is a wool knitted clothing which can be made by hand of even machine. Cardigan is opened in the front side, and it's also adorned with button or zipper to close it, cardigan can be wore both men or women. Need you to know that the founder of Cardigan ins James Brudenell which has the tittle of Earl of Cardigan.
The other form of Sweater is Pullover. Pullover is also wool knitted clothing, but it's not opened in front, it's totally covered. Pullover can also be wore by men or women, but it's mostly wore by men.





Blazer almost close to formal suit which usually use to work, if the suit has the formal cut, whether blazer isn't. Blazer is a kind of jacket but in an informal cut. This kind of clothing are usually wore as a uniform in some school, because the informal design make it suitable to the teenagers.


Coat. Coat is the long jacket which usually use to prevent the body from cold or even to make the user seems fashionable by wearing that kind of clothing. Like Cardigan, Coat is also opened in front side, it has the zipper or sometimes button, but coat isn't made from wool and it's usually completed with belt in the waist side. It also has a collar and strap in both of the shoulder.

Camisole or Cami made of satin, nylon or cotton. It's shaped fit to the body and it usually has the thin rope to round the shoulder or even not. It used to be wore inside of the main clothing, but now people can be opened to wear this kind without any dress outside.

Tunic is a wide clothing which sometimes has sleeve or hasn't. This clothing covers all entire of the body and in Indonesia today, the Moslem women use this to complete their appearance, because this kind of clothing is very suitable to wear to people who doesn't like to show their body openly.
This clothing at the first time is wore by an ancient Rome and ancient Greece. The word Tunic itself derived from Rome word Tunica. The length of tunic is various, they can be as long as our knee or sometimes until the heel. In ancient Rome the sleeveless tunic can be called colobium.

That's a glance knowledge of clothing that we know around us, hopefully this would help you to be more understood about what clothing is. In another occasion I'll try to add more.
 
 Reen    

PONCHO

Do you know this kind of fashion?
How do you usually call this kind of shirt? Orang-orang di seluruh dunia mengenlanya sebagai Poncho, kendatipun jenis pakaian seperti ini sudah dikenal selama beratus-ratus tahun lamanya tetapi hingga kini masih banyak yang memakainya sebatas untuk menghindari dari rasa dingin ataupun untuk bergaya.
Saat ini setelah Poncho menjadi trend kembali setelah sekian lama, banyak para designer terkenal yang memberikan label design-nya pada jenis pakaian ini dan menjadikannya sebagai konsumsi para masyarakat kelas atas, sehingga kemudian menghargainya dengan harga setinggi-tingginya. Seperti gambar diatas, Poncho tersebut adalah salah satu Poncho yang di label dengan merek Dolce and Gabbana yang terkenal.

Hal ini tidak sebanding dengan asal muasal Poncho itu sendiri yang hanya terbuat dari kulit kayu, kulit binantang dan pohon-pohonan.
Poncho itself, pertama kali dikenal oleh bangsa asli Amerika yaitu bangsa Indian tepatnya bagian Mexico dan Peru-Indian.
Pada dasarnya model Poncho ini sendiri tidaklah pernah berubah dari awal pembuatannya sekian ratus tahun yang lalu hingga kini, potongan baju ini sendiri hanya berbentuk persegi panjang yang kemudian di lubangi bagian tengahnya sehingga kepala bisa masuk ke dalamnya, sementara bagian samping kiri dan kananya tidak dijahit dan dibiarkan menjuntai begitu saja. Jenis pakaian ini adalah jenis pakaian atasan yang dulunya berguna untuk melindungi tubuh bagian atas dari udara dingin.

Seiring dengan perkembangan jaman, kain yang digunakkan untuk membuat Poncho-pun mengalami perkembangan yang semakin signifikan, kainnya pun bertransformasi dari kain yang dulunya hanya terbuat dari kulit kayu ataupun binatang kemudian diperhalus dengan menggunakan jenis kain wol ataupun kain tenun sebagai bahannya.
Kemudian dari motif yang khas Indian kuno kemudian berkembang menjadi motif-motif yang lebih beragam atau bahkan sebagian orang menyukai yang tanpa menggunakan motif sama sekali. Dari yang berwarna mencolok sehingga kini menjadi warna-warna soft seperti putih, creme, ataupun hitam, juga tidak menutup kemungkinan untuk warna-warna yang lain.

Itulah sekilas tentang perjalanan Poncho dari masa ke masa. Semoga dengan tulisan ini kita kemudian tidak menjadi orang yang hanya senang 'memakai' tetapi kita sedikit banyak juga tahu tentang sejarah di balik semua itu.
  Reen

Jumat, 06 Mei 2011

RELATIVE PRONOUN

Relative Pronoun adalah Pronoun yang digunakan untuk menghubungkan kata atau frasa ke kata atau frasa yang lainnya.
Contohnya apabila da dua kalimat yang terpisah yang hendak dijadikan satu, maka kita bisa menggunakan Relative Pronoun untuk menggabungkannya. Sebagaimana kita memahami arti kata Relative atau Relate itu sendiri yang bermakna mempertalikan atau yang menghubungkan.
Relative Pronoun yang kita kenal ada who, whom, whose, dan which.
 Masing-masing Pronoun memiliki fungsi untuk menggantikan sesuatau dalam sebuah kalimat:

1. Who --> digunakan untuk menggantikan Subject.
example: 
* Brian is my best friend. He always give his hand to me when I am sad.
menjadi:  
* Brian who always give his hand to me when I am sad is my best friend.
Pada kalimat awal diatas kita melihat bahwa Brian dan He adalah Subject yang sama, jadi ketika kalimat tersebut digabungkan kita tidak mungkin untuk meletakan Brian dan He secara bersamaan, disinilah Relative Pronoun Who digunakan.

2. Whom --> digunakan untuk menggantikan Object
example:
* Your mother is a kind woman I ever met. You must be proud of or her so much.
menjadi:
* Your mother whom you proud of so much is a kind woman I ever met.
Seperti Pronoun Who diatas, Whom juga menggantikan sesuatu, tetapi apabila Who menggantikan Subject, maka Whom menggantikan Object. Kalian bisa melihat pada yang di cetak tebal diatas whom diatas menggantikan her yang tidak lagi dimasukkan pada penggabungan kalimat yang ada di bawahnya.

3. Whose --> digunakan untuk menggantikan Possesive
example:
* Sandra is a famous actress. Her father is a doctor.
menjadi:
* Sandra whose father is a doctor is a famous actress.
Seperti kita ketahui sebelumnya bahwa Possesive Pronoun before Noun terdiri dari My, Our, You, Them, His, Her, dan Its. Dan whose sendiri digunakan untuk menggantikan Pronoun yang disebutkan di atas pada sebuah kalimat.

4. Which --> digunakan untuk menggantikan Subject ataupun Object benda ataupun binatang.
example:
* My car has been fixed. It crashed the tree yesterday.
menjadi: 
* My car which crashed the tree yesterday has been fixed.
Atau:
* The sheep is in the cage now. The farmer bring them from the field.
menjadi:
* The sheep which the farmer bring from the field is in the cage now.
Sudah jelas bukan? Diantara kata yang dicetak tebal kita bisa melihat yang mana yang kemudian akan dihilangkan ketika kedua kalimat tersebut digabungkan dan bagaimana hasilnya.

Itulah sekilas pengetahuan tentang apa itu Relative Pronoun, semoga bisa dipahami dan bisa dimengerti. Thanks.

Senin, 02 Mei 2011

BECOMING NEWS ANCHOR 3rd Day

So soulfully becoming News Anchor.







Fine!

CONDITIONAL SENTENCES

Conditional Sentences atau bisa juga disebut sebagai 'If Clause'   atau sebagaimana arti dari kata 'If' itu sendiri yang bermakna jika adalah kalimat yang mengandaikan sesuatu yang mungkin terjadi di masa yang yang akan datang atau mungkin telah terjadi (tidak di masa lalu).
Mari kita lihat apa saja tipe-tipe Conditional Sentences.
Benar sekali. Conditional Sentences terdiri dari empat (4) tipe. Mereka adalah:
1. Zero Conditional
example:
  • If the gasoline tank is empty, the car stop.
  • If we are hungry, we eat.
dengan susunan kalimat sbb.:
If + S + V1/ to be (present) + O, S + V1/ to be (present) + O
atau:
  • Snakes bite if they are scared.
  • Meat is unripe if we don't cook well.
dengan susunan kalimat sbb.:
S + V1/ to be (present) + O + if + S + V1/ to be (present) + O
Sebenarnya sama saja hanya dibalik, bagaimana kalau if diletakan di depan dan bagaimana kalau if diletakan di belakang, tetapi tidak mengubah makna sama sekali.
Jadi bisa kita ambil kesimpulan bahwa If Clause adalah present, maka Main Clause-nya juga present atau kebalikannya.

2. First Conditional
Sementara Conditional Sentences dengan tipe ini memiliki If Clause present simple dan Main Clause future tense (using will).
example:
  • If I am free, I will come to visit you.
  • If you love her, she won't leave you. --> won't = will not
dengan susunan kalimat sbb.:
If + S + V1/ to be (present) + O, S + Will + V1/ been + O
atau:
  • We'll late if we aren't hurry.
  • You'll be wet if you walk on the rain.
dengan susunan kalimat, sbb.:
S + Will + V1/ been + O + if + S + V1/ to be (present) + O

3. Second Conditional
example:
  • If I was a king, I would rule this country well.
  • If we were rich, we would buy a plane.
dengan susunan kalimat, sbb.:
If + S + V2/ to be (past) + O, S + Would + V1/ been + O
atau:
  • Student would get a good mark if they studied well.
  • Sarah wouldn't be embarrassed if she prepared her presentation.
dengan susunan kalimat, sbb.:
S + Would + V1/ been + O + if + S + V2/ to be (past) + O
Atau bisa kita katakan bahwa pada Conditional Sentences tipe ini apabila If Clause-nya simple past maka Main Clause-nya adalah past future (using would).


4. Third Conditional
example:
  • If I hadn't eaten so much, I wouldn't have felt sick.
  • If we had taken the taxi, we wouldn't have missed the plane.
dengan susunan kalimat, sbb.:
If + S + had V3 + O, S + would + have + V3/ been + O
atau:
  • She would have become a teacher if she had gone to university.
  • He would have been on time for the interview if he had left the house at nine.
S + would + have + V3/ been + O + if + S + had V3 + O
Bisa kita lihat bahwa kalimat Conditional Sentence diatas terdiri dari If Clause past perfect dan Main Clause past future perfect tense.

Now, try to make the same sentences as the sentence above! OK!

Minggu, 01 Mei 2011

COCO CHANEL

Pernahkah kalian mendengar nama Chanel? Apakah kalian mengenal simbol ini?
Atau mungkin beberapa dari kalian memiliki produk-produk dengan merk yang disebutkan diatas.  Atau kalian juga mengenal jenis-jenis tas seperti ini?

Ya. Seperti yang kita ketahui selama ini bahwa kita mengenal Chanel sebagai brand fashion yang sangat terkenal di seluruh dunia. Produk yang dihasilkan dari Chanel yang harganya juataan rupiah atau bahkan jutaan dollar telah banyak dipakai di seluruh dunia, bahkan artis-artis terkenal Hollywood-pun banyak yang menggunakan tas dengan merk tersebut. Bahkan kini kita juga banyak menjumpai replika-replika yang harganya mulai dari puluhan ribu rupiah, hingga ratusan ribu rupiah.
Tapi apa sebenarnya Chanel itu sendiri, dan apakah itu hanya sebuah brand fashion semata?
Chanel adalah nama seorang wanita cantik, dia lahir di Paris Perancis pada tanggal 19 Agustus 1883. Terlahir sebagai Gabrielle Bonheur Chanel dari seorang ayah bernama Albert Chanel, seorang penjual di pasar dan ibu yang bernama Jeanne Devolle, seorang pencuci baju.Ia juga memiliki lima saudara yang masing-masing bernama Julie, Antoinette, Alphonse, Lucien, dan Agustin.
Setelah ibunya meninggal dan ayahnya meninggalkan mereka, Chanel kecil kemudian tinggal di panti asuhan di biara Katholik Roma. disanalah kemudian ia mulai belajar menjahit. 
Pada usia delapan belas tahun, ia keluar dari panti asuhan dan mulai bergabung dengan sirkus yang bernama Moulins, sebagai seorang penyanyi kabaret. Hingga kemudian ia menemukan nama Coco, yang ia pakai hingga kemudian hari.
Sebagai seorang penyanyi kabaret, karirnya ternyata tidak terlalu bagus. Namun disitulah pula ia bertemu dengan seorang laki-laki muda yang bernama Etienne Balsan, yang kemudian menjadikannya seorang mistress. Dan dari laki-laki itulah ia mendapatkan kemakmuran dan bergelimang harta. 
Beberapa kali kemudian dia menjalin hubungan dengan beberapa laki-laki.
Awal debutnya adalah ketika ia berhasil menjadi penjahit berlisensi dan keahlian membuat topi-nya kemudian segera diakui oleh berbagai kalangan. Apalagi kemudian topi-nya dikenakan oleh seorang aktris terkenal Gabrielle Dorziat, dan diperagakan di depan publik.
Setelah itu dia mulai membuka butik yang diberi nama Deauville, dan mulai memperkenalkan rancangan-rancangan bajunya yang terkenal.
Selanjutnya bersama adiknya ia merambah pada produksi parfum chanel-nya yang terkenal pada tahun 1917.
Tahun-tahun berikutnya, setelah ia berhasil meraih kemasyhurannya di Perancis, Hollywod mulai melirik dirinya untuk merancang baju-baju yang hendak dikenakan oleh para artisnya.
Hingga pada PD II, ia juga pernah dikait-kaitkan dengan Nazi Jerman, tapi ia lolos di pengadilan atas campur tangan keluarga Kerajaan Inggris.
Pada tanggal 10 Januari 197, di usianya yang menginjak 88 tahun, ia menghembuskan nafas terakhir di Hotel Ritz, di kediaman di mana ia tinggal hampir lebih dari tiga puluh tahun lamanya.
Coco Chanel yang terkenal mungkin telah meninggal, namun tak ada yang tidak kenal namanya hingga kini.


Notes. Untuk para wanita, ada hal yang bisa kita ambil dari kisah hidup seorang Coco Chanel tersebut, bahwa di masa dimana wanita masih dibatasi ruang geraknya, namun ia menjadi wanita yang tidak bisa dikalahkan oleh keadaan hingga kemudian ia bisa meraih kemasyhurannya hingga ke seluruh dunia. Itu artinya bahwa kita wanita dalam keadaan apapun dan bagaimanapu pasti bisa maju dan berhasil. Hanya saja harus digaris bawahi bahwa apapun yang hendak kita raih tetaplah harus berada pada jalur yang benar, yang tidak menentang moral. Oke ladies, always keep your spirit!

Sabtu, 30 April 2011

QUESTION TAGS

Pernah dengar yang disebut Question Tags dalam pembelajaran Bahasa Inggris? Bagaimana kalian mengartikan kalimat seperti ini dalam Bahasa Inggris?
  1. Mereka sangat bersemangat bukan?
  2. Pak guru berkata benar bukan?
What do you think? How will you say that in English?
Benar sekali. Mungkin kita akan mudah mengartikan kalimat yang ada di depan, tapi bagaimana kita mengartikan kata 'bukan?' atau biasanya kita juga mengucapkan 'kan?'. Kedua kata tersebut adalah kata-kata yang biasa kita ucapkan to ask an agreement, atau menanyakan persetujuan ataupun kesepakatan kita akan apa yang orang lain bicarakan atau sebaliknya.
Bentuk dari Question Tags itu sendiri biasanya apabila:
  • Statement-nya positif maka diikuti tag negatif.
  • Statement-nya negatif maka diikitu tag positif
Atau berkebalikan.
Let's check bellow:
Untuk memudahkan kita belajar, mari kita gunakan bahasa yang sederhana. Seperti biasa kalimat dalam Bahasa Inggris selalu diperkaya dengan to be (am, is, are, was, were), verbs, have/ has/ had, do/ does/ did, dan modal (will, can, shall, may dan must).
Examples:
Positive Statements with negative tags
  • They are so spirit full, aren't they?
  • We were friend, weren't we?
  • Teacher says the truth, doesn't he?
  • He came here two days a go, didn't he?
  • Sarah has opened her boutique, hasn't she?
  • They had kept their promise, hadn't they?
  • Kim can do his work better, can't he?
  • You should study hard, shouldn't you?
Negative Statements with positive tags
  • They aren't spirit full, are they?
  • We weren't friend, were we?
  • Teacher doesn't say the truth, does he?
  • He didn't come here two days a go, did he?
  • Sarah hasn't opened her boutique, has she?
  • They hadn't kept their promise, had they?
  • Kim can't do his work better, can he?
  • You shouldn't study hard, should you?
Besides apa yang sudah dijelaskan di atas we have also some special cases, atau kasus-kasus spesial beserta tags spesial juga.

Example:
1. Pada kalimat: 'I am okay' tag yang digunakan bukan 'amn't I', melainkan 'aren't I', jadi kalimatnya adalah  sebagai berikut: 
    I am okay, aren't I?

2. Pada kalimat: 'You have three brothers', atau 'We have to go now', kita tidak menggunakan tag 'haven't you?' atau 'haven't we?'. Kenapa? Coba kita bandingkan dengan kalimat diatas: 
Sarah and Bella have opened their boutique.
--> kalimat ini adalah Perfect Tense yang mana susunan kalimatnya adalah S + have/ has/ had + V3, maka ia kan menggunakan tag 'haven't they?'
Sementara kalimat: 
* You have three brothers; dan
* We have to go now.
Kedua kalimat diatas memiliki susunan kalimat yang terdiri dari S + V + Comp.
Do you know what I mean? Berarti have pada dua kalimat di atas tersebut adalah Verb, so, it's mean that we have to use tag 'don't we?', menjadi seperti dibawah ini:
* You have three brother, don't you?
* We have to go now, don't we?

3. Kalimat: 'Nothing stay in here tonight', kita menggunakan tag 'did it?', jadi susunannya adalah:
    Nothing stay in here tonight, did it?

4. Kalimat: : 'Let's work together', yang mana Let's adalah singkatan dari Let us, memiliki tags 'shall we?' menjadi:
    Let's work together, shall we?

Bagaimana? Sudah jelas tentang apa yang disebut Question Tags? Meskipun untuk saat ini terutama pada American English tag lebih sering diganti menjadi 'right?' saja, contohnya: 
We have to study hard, right?
Tetapi bagaimanapun juga Question Tags yang sebenar-benarnya tetaplah harus dipelajari.

Now check the video from ABA English below!


Dan lihat juga teks dari dialog diatas:


ABA ENGLISH
UNIT 12. THE DEPRESSED WORKMATE
Andy     : Nice day, isn’t it?
James   : No, not so nice.
Andy     : You are a little bit depressed, aren’t you?
James   : Am I?
Andy     : Well, you aren’t in a good mood, are you?
James   : I’m always in the good mood.
Andy     : You are English, aren’t you?
James   : Yes I am.
Andy     : So, be happy.
James   : Why, because I am English?
Andy     : Yes, because you are English, because you are not ill, because it’s sunny, because you have a pretty wife and because it’s a good idea, isn’t it?
James   : Yeah, you’re right Andy. It’s a nice day, isn’t it? Thank you.

Bagaimana menurut kalian? Bukankah kita banyak menemui tags pada dialog tersebut? Well student! Perhatikan baik-baik dialog diatas dan jangan lupa perhatikan juga bagaimana mereka mengucapkan tags tersebut. OK!